Sedemikian dahsyatnya serangan pada hari Selasa (21/6/2022), aktivitas di pabrik itu seketika berhenti total.
Serangan ini terjadi saat Teheran bersiap untuk kembali ke pembicaraan nuklir dengan kekuatan dunia.
Tidak diketahui seberapa besar dampaknya terhadap ekonomi Iran, dan bahkan industri militer atau nuklir.
Kelompok hacktivist yang menamakan diri Predatory Sparrow mengeklaim sebagai dalang dari serangan siber itu.
Kelompok yang sama juga adaah pelaku dari peretasan besar-besaran di Iran pada Oktober 2021.
Artikel Terkait
Gempa M7.4 Baru Saja Terjadi, BMKG Jepang Peringatkan: Bersiap untuk yang Lebih Dahsyat!
Balikatan 2026: 17.000 Pasukan AS-Filipina-Jepang Uji Rudal di Depan Taiwan, China Marah!
Selat Hormuz Meledak! AS Tembak & Sita Kapal Iran, Ancaman Perang Makin Nyata?
Iran Akui Kapalnya Disita AS: Ancaman Serangan Balasan yang Bisa Picu Perang Baru?