Buletin kontra-intelijen yang baru itu mengatakan bahwa Beijing menggunakan berbagai cara untuk memanipulasi pejabat negara bagian dan lokal untuk menekan Washington agar membuat kebijakan yang lebih bersahabat dengan China.
"Operasi pengaruh RRC (Republik Rakyat China) dapat menipu dan memaksa, dengan peluang bisnis yang tampaknya tidak berbahaya atau pertukaran orang-ke-orang terkadang menutupi agenda politik RRC," katanya.
Pendekatan China termasuk menggunakan kelompok perusahaan konsultan seperti Asosiasi Rakyat China untuk Persahabatan dengan Negara Asing, yang memupuk hubungan "saudara" antara Beijing dan wilayah AS, kata buletin itu.
Kelompok lain, Asosiasi Nasional untuk Reunifikasi Damai China, mempromosikan persahabatan China-AS, tetapi mendukung pandangan Beijing tentang Taiwan dalam surat kepada anggota Kongres dan lainnya, lanjutnya.
Pemerintah komunis China mengatakan pihaknya memilih jalan "penyatuan kembali secara damai" dengan Taiwan yang demokratis. Tapi China mempersiapkan "pilihan-pilihan lain" untuk merebut pulau yang dianggap sebagai provinsi China itu.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Ancaman Trump ke Iran: Serangan Brutal Siap Dilancarkan Jika Tak Teken Kesepakatan
UFO Files Resmi Dirilis! Astronot Apollo Akui Keberadaan Makhluk Asing di Bulan – Ini Buktinya
Netanyahu Buka Suara: Perang dengan Iran Belum Usai, Masih Ada Pekerjaan Rumah yang Nggak Selesai-Selesai
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu