Seorang advokat keturunan Yaman-Amerika, Huda Alkuraey melakukan perjalanan ke Washington, DC dari Florida Selatan untuk bergabung dalam protes tersebut. Dia menyuarakan kemarahannya terhadap reaksi AS dan internasional terhadap genosida di Gaza.
“Warga Palestina belum mendapatkan kebebasan selama lebih dari 70 tahun. Dan inilah saatnya kita menyuarakan pendapat kita, dan mulai memberi tahu dunia bahwa hal ini tidak benar," kata Alkuraey, dilansir Aljazirah, Ahad (5/11/2023).
Aktivis Yahudi-Amerika, David Horowitz menekankan perlunya gencatan senjata. Dia menyebut pembantaian di Gaza sebagai kekejian. Dia juga mengecam seruan pemerintahan Biden untuk melakukan jeda kemanusiaan karena dianggap tidak cukup.
Seorang penyintas peristiwa Nakba, Siham Alfred menyatakan ketakutannya atas potensi pengungsian warga Palestina keluar dari Gaza. Alfred dipaksa keluar dari rumahnya saat masih kecil selama peristiwa Nakba pada 1948 yang akhirnya menyebabkan berdirinya negara Israel.
“Sayang sekali, mereka rasis. Mereka tidak percaya bahwa orang Palestina setara dengan orang Israel. Saya tidak akan pernah memilih Biden. Dia pengecut dan penjahat," ujar Alfred.
Sumber: republika
Artikel Terkait
Joe Biden Meninggal 2019? Fakta Mengejutkan di Balik Klaim Epstein Files
Lavrov Bongkar Satanisme Elite Barat: Inikah Wajah Asli Deep State yang Terungkap dari Dokumen Epstein?
Dokumen Rahasia Terungkap: Surat Kematian Jeffrey Epstein Terbit SEBELUM Ia Ditemukan Tewas!
Misteri Wajah di Uang $20: Benarkah Jeffrey Epstein Adalah Reinkarnasi Andrew Jackson?