"Mengingat peristiwa global, dan dengan meningkatnya bias yang dialami banyak komunitas di seluruh negara bagian kita - khususnya komunitas Muslim - saat ini banyak orang di New Jersey yang merasakan rasa takut yang semakin besar," lanjutnya.
Platkin mengungkap bahwa lokasi kejadian merupakan rumah bagi 300.000 Muslim Amerika.
Sejak pecahnya perang Israel-Hamas, ada peningkatan serangan Islamofobia dan anti-Semit di seluruh Amerika Serikat.
Senada dengan Platkin, Jaksa wilayah Essex, Ted Stephens juga membenarkan bahwa Sharif ditembak lebih dari satu kali.
Menurutnya, sang imam bukan korban kejahatan bias atau ada kaitannya dengan terorisme.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: kabarfajar.com
Artikel Terkait
Netanyahu Buka Suara: Perang dengan Iran Belum Usai, Masih Ada Pekerjaan Rumah yang Nggak Selesai-Selesai
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar