polhukam.id - Belakangan ini seruan untuk boikot produk Israel semakin merebak di negara-negara di seluruh dunia.
Salah satu produk yang akhirnya berimbas dengan adanya aksi boikot produk Israel ini adalah restoran cepat saji, McDonald's.
Bos McDonald's mengakui bahwa adanya penurunan omzet karena aksi boikot tersebut.
Baca Juga: Pesta Jadi Bencana, Seorang Wanita Siram Air Mendidih Usai Diprank dengan Bom Asap di Rusia
CEO McDonald's Chris Kempczinski mengeluhkan soal restoran cepat sajinya itu menjadi lesu imbas dari aksi boikot yang terjadi belakangan ini.
Kempczinski mengatakan beberapa pasar di Timur Tengah dan di luar kawasan alami dampak bisnis karena adanya seruan boikot produk pro Israel.
Kempczinski menuturkan, ada misinformasi yang dinilai tidak berdasar seputar McDonald's.
Artikel Terkait
Ancaman Trump ke Iran: Serangan Brutal Siap Dilancarkan Jika Tak Teken Kesepakatan
UFO Files Resmi Dirilis! Astronot Apollo Akui Keberadaan Makhluk Asing di Bulan – Ini Buktinya
Netanyahu Buka Suara: Perang dengan Iran Belum Usai, Masih Ada Pekerjaan Rumah yang Nggak Selesai-Selesai
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu