"Tidak ada yang tidak biasa sebenarnya terjadi di sini," katanya.
Kemunculan rutinitas yang padat bahkan membosankan ini konsisten dengan narasi Istana Kremlin bahwa mereka tidak berperang dan hanya melancarkan operasi militer khusus untuk menjatuhkan tetangga yang merepotkan.
Meski pasukan Rusia dipukul mundur dari dua kota terbesar Ukraina, menderita ribuan korban yang tak terhitung jumlahnya, Putin tidak menunjukkan tanda-tanda stres.
Kondisi itu berbeda dengan menjelang invasi 24 Februari, Putin mengecam Ukraina dan Barat dalam pidato-pidato yang pahit dan marah, serta retorikanya tertahan. Pria berusia 69 tahun itu tampak tenang, fokus, dan sepenuhnya menguasai data dan detail.
Sambil mengakui dampak sanksi Barat, Putin mengatakan, bahwa ekonomi Rusia akan kembali lebih kuat dan lebih mandiri, sementara Barat akan menderita efek bumerang dari melonjaknya harga makanan dan bahan bakar.
Namun ketika perang terus berlanjut tanpa akhir yang terlihat, Putin menghadapi tantangan yang semakin meningkat untuk mempertahankan normalitas yang selalu ditunjukan.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Serangan Rudal Israel Hancurkan Pusat Antariksa Iran: Dampak Mengerikan yang Dirahasiakan
Iran Tembak Mati! Ali Larijani Dibunuh Israel, Pemimpin Baru Tolak Damai & Ancang Perang Total
Iran Ancam Serang Seluruh Pelabuhan Timur Tengah: Apa Dampaknya Bagi Indonesia?
Ali Larijani Syahid! Pesan Terakhirnya yang Menggemparkan untuk Umat Islam Lawan AS & Israel