POLHUKAM.ID - Presiden Filipina Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr membuat keputusan gokil: dia meminta 30 menteri yang ada di kabinetnya mundur secara sukarela.
Keputusan itu diambil setelah dia kalah dukungan publik dalam pemilu sela 12 Mei 2025 lalu melawan capres yang didukung Sara Duterte, wapres yang telah dia makzulkan.
“Ini bukan situasi biasa,” kata Marcos dalam pernyataan yang dirilis Kantor Komunikasi Kepresiden (PCO) Filipina, Kamis (22/5), seperti dikutip Reuters.
Menurut survei Pulse Asia, tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Marcos menurun dari 42 persen pada Februari menjadi hanya 25% pada Maret.
Sebaliknya, Sara justru mencatatkan dukungan kuat hingga 59 persen yang menjadikannya tokoh dengan elektabilitas tertinggi menjelang Pilpres 2028.
Menata Ulang Kabinet
Marcos mengumumkan keputusannya itu sebagai upaya untuk menata-ulang (reset) pemerintahannya karena kinerja para sekutunya dalam pemilihan Senat pekan lalu mengecewakan.
Dengan sisa waktu kurang dari 3 tahun di kursi kepresidenan, Marcos berada di bawah tekanan untuk menunjukkan hasil nyata serta membangun dukungan terhadap calon penerusnya, demi mencegah dominasi politik keluarga Duterte kembali terjadi.
“Sudah waktunya untuk menyelaraskan kembali pemerintahan dengan harapan rakyat. Rakyat telah berbicara, dan mereka mengharapkan hasil, bukan politik, bukan alasan. Kami mendengar mereka, dan kami akan bertindak,” tuturnya.
Artikel Terkait
Ancaman Trump ke Iran: Serangan Brutal Siap Dilancarkan Jika Tak Teken Kesepakatan
UFO Files Resmi Dirilis! Astronot Apollo Akui Keberadaan Makhluk Asing di Bulan – Ini Buktinya
Netanyahu Buka Suara: Perang dengan Iran Belum Usai, Masih Ada Pekerjaan Rumah yang Nggak Selesai-Selesai
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu