Sudin mengatakan bahwa pihaknya sudah berkali-kali meminta rincian kegiatan dan rincian kebutuhan anggaran yang diperlukan oleh Kementan untuk dibahas bersama sesuai dengan perundang-undangan. Sudin juga mengatakan bahwa pihaknya terus menyoroti hal yang menjadi keluhan masyarakat, yakni PMK.
Menurutnya, kasus PMK sudah seharusnya menjadi perhatian pemerintah melalui intervensinya pada para peternak. Dia juga menyoroti terkait upaya ganti rugi bagi peternak yang sapinya mati akibat PMK. Menurutnya, masyarakat seolah mempertanyakan keberpihakan Kementan dalam penanganan PMK.
"Peternak saja seolah-olah berkata pemerintah di mana, lho, saat ini. Dirjen PKH-nya ke mana? Kami berusaha sendiri, bekerja sendiri, yang menambah vitamin berapa ketersediaannya? Obat-obatannya berapa ketersediaannya?" kata Sudin dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI bersama Kementan, Senin (13/6/2022).
Jangankan petani, kata Sudin, Komisi IV saja tidak mengetahui jumlah berapa banyak vitamin dan obat-obatan yang tersedia. Sudin juga mengatakan bahwa beberapa hari lalu dirinya mendapat masukan untuk penambahan anggaran untuk penanganan PMK.
Artikel Terkait
Viral! Alas Seprei Bunga di Video KKN Lombok Timur 13 Menit, Ini Fakta yang Terungkap
BPJPH Buka Suara: Daging Babi & Alkohol Boleh Dijual, Asal Patuhi Aturan Ini!
Toyota New Veloz Hybrid EV Resmi di Surabaya: Harga Mulai Rp 303 Juta, Ini Spesifikasi dan Keunggulannya!
Noel Bongkar Modus Jebak Pejabat: Purbaya Tinggal Sejengkal Lagi Masuk KPK!