"Kalau kita lihat badan itu warna dari tubuhnya mencerminkan nanti konsekuensi pilihan dari nutup plastik sama lakban, apa warna biru itu," katanya.
Ia mengatakan, ada beberapa titik di tubuh Arya Daru yang menandakan adanya kekurangan oksigen.
"Di titik-titik tertentu memang menujukkan kurang oksigen," tandasnya.
Dokter forensik RS Cipto Mangunkusumo Yoga Tohjiwa mengatakan, ada memar di tubuh Arya Daru saat dilakukan autopsi.
Memar itu, kata dia, dikarenakan adanya aktivitas Arya Daru di rooftop sebelum ditemukan tewas.
"Untuk apakah itu dilakukan secara selfharm, berdasarkan hasil gelar perkara bahwa adanya pada saat di Kemenlu, itu di rooftop ada kegiatan untuk memanjat tembok. Itu yang dapat menyebabkan memar pada lengan bagian atas kanan," kata Yoga Tohjiwa.
Sementara itu Anggota Komisi III DPR Fraksi PKS, Nasir Djamil sebelumnya mecurigai adanya beberapa lebam di tubuh Arya Daru saat ditemukan.
Lebam itu, kata Nasir, terlihat pada leher dan pangkal tangan.
Serta seluruh jarinya berwarna biru.
"Bahkan saja juga dapat foto-foto terkait dengan kondisi korban. Di mana seluruh jarinya itu berwarna biru, kemudian ada lebam di leher, ada lebam di pangkal tangan," kata Nasir.
"Itu menyebabkan spekulasi atau isu-isu terkait dengan korban bahwa bunuh diri dan sebagainya, itu menurut saya sangat tidak masuk akal," tambahnya.
Nasir pun mengatakan, scientific crime investigation (SCI) menjadi sangat penting dilakukan oleh kepolisian untuk mengungkap misteri itu.
Ia pun menduga bahwa lebam itu merupakan bukti kekerasan yang dilakukan oleh orang lain.
"Foto-foto itu masih ada sama saya, itu sepertinya ada kekerasan fisik yang dialami oleh korban dan itu menunjukkan bahwa tidak mungkin itu dilakukan sendiri, dan tidak mungkin kemudian tidak ada orang yang melakukannya," ucapnya lagi.
Menanggapi hal itu, Komisioner Kompolnas Yusuf Warsyim membenarkan soal adanya lebam di tubuh Arya Daru.
Namun ia tak bisa menyimpulkan apakah lebam itu karena kekerasan atau hal lain.
"Sebagian ada, apakah itu karena sebab kekerasan tentu ahli kedokteran forensik yang bisa menjelaskan. Tentu ahli kedokteran forensik yang bisa menjelaskan," ungkapnya.
"Itu ciri-ciri memar apakah kekerasan, apakah setiap memar itu kekerasan, itu kan yang tahu kedokteran forensik," tambah dia.
Sumber: Tribun
Artikel Terkait
Hary Tanoe & Dokumen Epstein: Benarkah Beli Rumah Trump dan Temui CIA Indonesia?
Ressa Rizky Rosano Buka Suara: Benarkah Sudah Nikah & Punya Anak di Usia 17 Tahun?
PPATK Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp155 Triliun: Devisa Negara Bocor ke Singapura?
Habib Bahar bin Smith Ditahan! Ini Pasal Berat yang Menghantuinya