"Siapa percaya Indonesia masa Bung Karno boleh membebaskan Indonesia dari kecaman, ancaman, genggaman, penekanan, pemerasan Belanda dengan sekutu-sekutu mereka," tambahnya.
Orasi Anwar terasa semakin kuat saat dia menyinggung perjuangan tokoh-tokoh besar dunia lainnya.
Dari Mahatma Gandhi yang berhasil memerdekakan India dari Inggris, hingga Vietnam yang mampu mengalahkan Prancis dan Amerika Serikat (AS).
Bagi Anwar, sejarah telah membuktikan bahwa tidak ada bangsa yang bisa selamanya ditindas.
Ia percaya, dengan semangat yang sama, Palestina akan meraih kemerdekaannya.
Kehadiran ribuan orang dari Malaysia dan berbagai negara lain pada malam itu menjadi bukti nyata soliditas dan simpati mendalam untuk rakyat Gaza.
Acara ini tak hanya diisi dengan salawat dan doa bersama, tetapi juga menjadi wadah untuk menyuarakan kecaman terhadap kekejaman yang terus terjadi di tanah Palestina.
Salah satu poin penting adalah Deklarasi Sumud Nusantara, yang secara tegas mengutuk pembunuhan anak-anak dan serangan terhadap rumah sakit di Gaza.
Pesan Anwar jelas: perjuangan Palestina bukanlah perjuangan yang sendirian.
Dukungan dari berbagai penjuru dunia, termasuk Malaysia dan Indonesia, akan terus mengalir.
Dengan keyakinan pada kebenaran dan keadilan, kemerdekaan Palestina hanyalah masalah waktu.
Sumber: Inilah
Artikel Terkait
Target Nol Keracunan MBG 2026: Benarkah Garansi Allah Gantikan Tanggung Jawab Negara?
Adly Fairuz Jadi Jenderal Ahmad? Kronologi Tipu Calon Akpol Rp 3,6 Miliar Terbongkar!
Siapa Sebenarnya Eny Retno? Kisah Istri Gus Yaqut yang Setia 21 Tahun & Lulusan IPB
Korupsi Tambang & Sawit Rp186,48 Triliun: Modus Bocornya Uang Negara Akhirnya Terbongkar!