Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali telah memberikan penjelasan terkait proyek bangunan tersebut.
Sekretaris Dinas Pertanian Boyolali, Retno Nawangtari, mengatakan bahwa anggaran Rp 112 juta itu tak hanya untuk bangunan kecil itu saja.
"Tapi komponan paket (pekerjaannya) banyak," kata Retno Nawangtari, ditemui di kantornya Kamis (18/9).
Bangunan kecil itu merupakan rumah bagi pompa untuk menyedot air dari sumur dalam yang difungsikan untuk irigasi lahan pertanian.
Di dalam rumah kecil itu juga ada meteran listrik sebagai daya untuk mesin pompanya.
Dikemukakan, di papan proyek memang tidak mungkin dimuat secara rinci rencana anggaran biaya (RAB).
Jadi anggaran sebesar Rp 112,8 juta itu mencakup seluruh pekerjaan.
Ada pembuatan sumur bor, pembelian mesin pompa, pipa cassing maupun pipa atau selang untuk mengalirkan air ke sawah.
Kemudian pemasangan jaringan listrik dan bangunan rumah untuk pengaman mesin pompa.
P
Menurut Retno, anggaran terbesar yakni untuk pembuatan sumur bor.
Pasalnya, sumur yang dibuat merupakan sumur dalam. Sehingga diharapkan tidak mengganggu sumber air permukaan atau sumur warga.
"Paling banyak anggaran untuk pembuatan sumur dalam," imbuh dia.
Retno menambahkan, program irigasi perompaan tersebut sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan di Boyolali.
Dengan adanya irigasi perpompaan, petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada tadah hujan.
Diharapkan irigasi pertanian bisa lancar dan petani bisa menanam sepanjang tahun.
Sumber: Detik
Artikel Terkait
Gaji Guru Honorer Jakarta Cuma Rp700 Ribu? Ini Fakta dan Solusi dari DPRD DKI
Ito Sumardi Bantah Oegroseno: Status Roy Suryo & Dokter Tifa Tak Otomatis Gugur Meski RJ Jokowi Berjalan
Sultan Kemenaker Bongkar Skandal! Diminta Biayai Kampanye Mantan Menteri Rp200 Juta per Kegiatan
7 Fakta Skandal Live TikTok Sidrap: Pasangan Raup Cuan Rp1,8 Juta dari Adegan Porno