Thomsen menyimpulkan bahwa ciri-ciri pecahan meteorit Wabar sesuai dengan gambaran Batu Hajar Aswad. Warna putih yang pernah dilaporkan memancar dari batu suci itu kemungkinan berasal dari paparan inti material kimia tersebut. Lapisan putih ini dianggap tidak tahan lama dan akhirnya tertutup, menyisakan warna hitam yang kita kenal sekarang. Hal ini menariknya sejalan dengan narasi bahwa Hajar Aswad berubah hitam karena menyerap dosa manusia.
Bintik-bintik putih yang terlihat pada Hajar Aswad diduga merupakan sisa-sisa kaca dan batu pasir dari material meteorit. Thomsen pun berpendapat, "Batu meteor itu kemungkinan batu yang sama dengan Hajar Aswad."
Usia dan Asal Muasal Batu
Penelitian lain mencoba memperkirakan usia batuan ini. Disebutkan bahwa usianya sejauh dengan catatan sejarah Arab kuno, dan ada kemungkinan batu ini dibawa ke Makkah melalui rute Oman.
Kelemahan Teori Meteorit
Meski menarik, teori Hajar Aswad sebagai meteorit juga memiliki beberapa kelemahan. Batu meteor umumnya tidak memiliki sifat mengapung, tidak mudah pecah menjadi bagian-bagian kecil, serta memiliki ketahanan terhadap erosi yang justru berbeda dengan beberapa karakteristik yang dimiliki Hajar Aswad.
Rasa penasaran ilmiah terhadap Batu Hajar Aswad terus berlanjut. Meski berbagai penelitian sains telah dilakukan, keyakinan umat Islam terhadap kesucian dan sejarah batu ini tetap berdiri pada landasan iman dan tradisi yang telah berlangsung selama ribuan tahun.
Artikel Terkait
Target Nol Keracunan MBG 2026: Benarkah Garansi Allah Gantikan Tanggung Jawab Negara?
Adly Fairuz Jadi Jenderal Ahmad? Kronologi Tipu Calon Akpol Rp 3,6 Miliar Terbongkar!
Siapa Sebenarnya Eny Retno? Kisah Istri Gus Yaqut yang Setia 21 Tahun & Lulusan IPB
Korupsi Tambang & Sawit Rp186,48 Triliun: Modus Bocornya Uang Negara Akhirnya Terbongkar!