Pemerintah tidak hanya berfokus pada penindakan di hulu. Sebuah strategi substitusi digulirkan sebagai solusi berkelanjutan. Pemerintah mengumpulkan berbagai asosiasi dan produsen fashion lokal, termasuk distro-distro dari Bandung, untuk didorong memenuhi permintaan pasar yang sebelumnya dipenuhi barang bekas impor.
"Ini sebuah langkah terobosan yang menurut saya kebijakan yang win-win solution. Jadi kita tidak hanya menutup di hulunya saja, tapi kita cari solusi, supaya mereka tetap bisa berdagang," ujar Maman Abdurrahman.
Dampak Positif bagi Kebangkitan Industri Fashion Lokal
Langkah ini diyakini akan membawa dampak positif yang luas. Pasar domestik yang terselamatkan dari gempuran barang bekas ilegal akan memberi ruang bernapas bagi UMKM dan produsen lokal untuk tumbuh dan berkembang.
Maman menegaskan bahwa industri fashion dalam negeri memiliki potensi besar. Dengan arus perputaran uang yang signifikan, diharapkan merek-merek lokal yang pernah jaya dapat bangkit dan eksis kembali. "Karena marketnya di domestik terselamatkan," pungkasnya.
Kebijakan ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah dalam melindungi kedaulatan pasar dalam negeri dan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor UMKM dan industri kreatif lokal.
Artikel Terkait
Pembina Pramuka Cikarang Diduga Perkosa Siswi Berulang Kali, Modusnya Mengejutkan!
Geger! Pria di Gowa Diduga Rudapaksa Mertua Sendiri, Ditangkap Usai Bersembunyi di Plafon
Ko Erwin Diburu Bareskrim: Inikah Bandar Narkoba yang Biayai Mantan Kapolres Bima?
Motif Cinta Ditolak, Pelaku Bacok Mahasiswi UIN Suska Riau Terancam 12 Tahun Penjara!