Yang menjadi perhatian utama adalah nama-nama yang tertulis pada senjata itu. Tulisan tersebut memuat nama pelaku terorisme dari negara Barat yang menargetkan masjid.
Nama-Nama Teroris Barat yang Tertulis pada Senjata
- Brenton Tarrant: Pelaku penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada 2019 yang menewaskan 51 jemaah.
- Alexandre Bissonnette: Teroris asal Kanada yang menyerang sebuah masjid di Quebec City pada 2017.
- Luca Benincasa: Pelaku teror berhaluan neo-Nazi asal Italia.
"Kalau benar airsoft ini milik pelaku, maka pelaku sengaja menuliskan pelaku-pelaku teror luar negeri," tegas Ridlwan.
Penulisan nama-nama tersebut mengindikasikan adanya inspirasi atau penghormatan terhadap aksi terorisme radikal Barat oleh pelaku. Meski demikian, Ridlwan menyatakan motif pasti aksi ini masih dalam penyelidikan.
Implikasi dan Investigasi Berlanjut
Temuan senjata bertuliskan nama teroris internasional ini meningkatkan kompleksitas kasus teror SMA Negeri 72 Jakarta. Hal ini menunjukkan adanya kemungkinan keterpengaruhan ideologi ekstrem global yang ditransformasikan ke dalam aksi lokal.
Penyidik kini tengah mendalami asal-usul senjata, motif pelaku, dan kemungkinan jaringan di balik insiden yang mengagetkan ibu kota ini.
Artikel Terkait
Pembina Pramuka Cikarang Diduga Perkosa Siswi Berulang Kali, Modusnya Mengejutkan!
Geger! Pria di Gowa Diduga Rudapaksa Mertua Sendiri, Ditangkap Usai Bersembunyi di Plafon
Ko Erwin Diburu Bareskrim: Inikah Bandar Narkoba yang Biayai Mantan Kapolres Bima?
Motif Cinta Ditolak, Pelaku Bacok Mahasiswi UIN Suska Riau Terancam 12 Tahun Penjara!