Rekan sejawatnya, Ruin, mengonfirmasi bahwa Atim adalah sosok yang sangat dedikasi. Ia rutin memantau CCTV dan berpatroli setiap malam untuk menjaga keamanan lingkungan. "Setiap hari, setiap malam. Saya itu bertiga ronda. Dia (korban) bagian lihat di CCTV, di monitor," jelas Ruin.
Ruin menceritakan kronologi kejadian. Atim dan seorang sekuriti lain bernama Tihasan atau Bima, sempat berduel dengan pelaku setelah melihat aktivitas mencurigakan dari pantauan CCTV. Saat itu terdengar dua kali letusan dari arah pelaku. "Sampai di situ saya lihat korban ini masih ada, bisa bicara sama saya. Sempat saya angkat... nggak tahunya ini darah keluar," katanya.
Atim sempat meminta tolong berulang kali sebelum akhirnya meninggal dunia di tempat kejadian. Ruin menambahkan, malam itu Atim nekat menabrakkan motornya ke arah pelaku karena emosi melihat aksi pencurian. "Dia sudah emosi. Dia sudah ambisi bahwa ini pengin nangkap maling," ucap Ruin.
Pelaku Berhasil Ditangkap Saat Kabur ke Lampung
Kabar terbaru menyebutkan bahwa pelaku penembakan berinisial R telah berhasil ditangkap oleh Subdit Resmob Dit Reskrimum Polda Metro Jaya. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Bhudi Hermanto, menyatakan pelaku diamankan dalam kurun waktu 12 jam pasca kejadian. "Pelaku diamankan saat akan kabur ke Lampung, diamankan saat menyeberang di Bakauheni," jelas Bhudi.
Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan memburu pelaku lainnya yang terlibat, serta berusaha melacak senjata api yang digunakan dalam kejadian tragis ini.
Artikel Terkait
Polisi Tabrak 4 Motor di Asahan, Panik dan Kabur Dikejar Massa: Ini Kronologi Lengkapnya!
Ressa Rizky Rossano vs Denada: Fakta Mengejutkan Klaim Anak Kandung & Tuntutan Miliaran Rupiah
Eggi Sudjana dan Pengkhianatan Politik: Limbah Peradaban yang Selalu Berulang
Viral! Petugas Kemenhub Dituding Pungli Rp150 Ribu ke Mobil Bantuan Aceh, Ternyata Ini Faktanya