Konflik Internal PBNU: Ultimatum Mundur Gus Yahya dari Rais Aam
Oleh: Erizal
Suasana internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sedang memanas. Untuk pertama kalinya, Ketua Rais Aam, KH Miftachul Akhyar, memberikan ultimatum kepada Ketua Tanfidziyah, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), untuk mengundurkan diri dalam waktu tiga hari. Keputusan singkat dan tegas ini mengindikasikan adanya masalah sangat serius dan mendasar yang dianggap tak termaafkan, kecuali dengan pengunduran diri.
Penyebab Ultimatum: Melampaui Konflik Biasa
Hubungan antara Rais Aam dan Ketua Tanfidziyah biasanya berjalan harmonis. Namun, kali ini berbeda. Ultimatum ini muncul padahal masa jabatan Gus Yahya belum genap satu periode, sementara biasanya ketua Tanfidziyah dapat menjabat dua periode. Permintaan mundur ini pun ditolak oleh Gus Yahya, mempertanyakan stabilitas internal PBNU ke depan.
Latar belakang ultimatum ini diduga kuat bukan sekadar konflik politik internal NU yang biasa terjadi. Dua isu utama yang mencuat adalah:
- Masalah Tata Kelola Keuangan PBNU yang diduga bermasalah.
- Hubungan dengan Jaringan Internasional, khususnya yang dikaitkan dengan Zionis Israel.
Artikel Terkait
WNA China Dalang Utama Penipuan eTilang Palsu, Begini Modusnya yang Rugikan Korban Miliaran!
PDIP Bongkar Fakta Mengejutkan: Anggaran Pendidikan Dipotong Rp223,5 Triliun untuk Program Ini!
Dokumen Epstein yang Hilang: Bukti Kuat Transparansi AS Hanya untuk Rakyat Biasa?
Ibu Tiri di Sukabumi Aniaya Anak Tiri 12 Tahun Hingga Tewas: Motifnya Bikin Geram!