Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menyinggung adanya kelompok-kelompok nyinyir. Ia menegaskan komitmen pemerintahannya untuk bekerja dengan bukti nyata, bukan sekadar janji.
"Kita memiliki masa depan yang bagus walaupun ada kelompok nyinyir. Enggak apa-apa. Kita akan bekerja dengan bukti, bukan dengan janji saja," tegas Prabowo.
Klaim Swasembada Beras Capai dalam Satu Tahun
Prabowo lantas memberikan contoh konkret kerja nyata pemerintahannya, yaitu target swasembada pangan. Ia mengingatkan bahwa isu ini selalu ia gaungkan sejak masa kampanye.
"Saya tidak berubah, waktu kampanye terakhir, swasembada pangan yang pertama. Begitu saya jadi presiden, itu fokus saya. Saya beri target kepada tim: kita harus swasembada beras dalam empat tahun," ujar dia.
Namun, dengan bangga Prabowo mengumumkan bahwa target tersebut berhasil dicapai lebih cepat. "Di Perayaan Natal ini, saya dengan bangga menyampaikan bahwa begitu lewat 31 Desember 2025, bangsa Indonesia sekarang sudah swasembada beras. Tahun 2025 kita tidak impor beras sama sekali," ungkapnya.
"Target empat tahun kita bisa capai dalam waktu satu tahun. Dan kita bantu tidak hanya bangsa Indonesia, kita membantu dunia. Dengan kita tidak impor beras, harga beras dunia turun ratusan dolar. Jadi banyak negara berterima kasih sama kita," jelas Presiden Prabowo menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Siapa Sebenarnya Eny Retno? Kisah Istri Gus Yaqut yang Setia 21 Tahun & Lulusan IPB
Korupsi Tambang & Sawit Rp186,48 Triliun: Modus Bocornya Uang Negara Akhirnya Terbongkar!
Unggahan UAS Soal Penolakan Ceramah 2018: Kaitannya dengan Status Tersangka Gus Yaqut Sekarang?
Ayah Prada Lucky Ditangkap TNI: Fakta KDRT, Wanita Simpanan, dan Perlawanan di Pelabuhan