Impor Pangan Jadi Ganjalan Hati
Selain masalah kemiskinan, Prabowo juga menyoroti ketergantungan Indonesia pada impor pangan sebagai hal yang tidak masuk akal. Dia menegaskan bahwa negara dengan tanah yang subur dan luas seharusnya mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.
"Terutama yang tidak masuk di akal saya, bagaimana bisa negara yang begini besar, diberi karunia bumi yang kaya dan subur, tetapi kita tergantung bangsa lain untuk pangan kita. Kita impor, impor, impor pangan. Tidak masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya," tutur Prabowo.
Target Ambisius Swasembada Pangan dalam Satu Tahun
Merespons kondisi tersebut, Presiden Prabowo memberikan target swasembada pangan yang ambisius kepada jajaran menterinya. Meski memberikan waktu empat tahun, Prabowo meyakini target tersebut bisa dicapai dalam waktu hanya satu tahun.
Komitmen ini menunjukkan fokus pemerintahannya untuk segera melepaskan ketergantungan impor dan memastikan kedaulatan pangan Indonesia tercapai.
Artikel Terkait
Istri di Konawe Nangis Pilu: Suami PPPK Nikahi Selingkuhan Usai Ijab Kabul, Ini Kronologi Pengkhianatannya
Gus Yahya PBNU Buka Suara: Sikapnya Mengejutkan Saat Adiknya, Gus Yaqut, Jadi Tersangka Korupsi Haji
BNPB Hentikan Pencarian Korban di Sumut & Sumbar: 1.182 Tewas, Apa Langkah Selanjutnya?
Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Korupsi Haji: Kekayaan Naik Rp1 Miliar, Ini Rincian dan Kronologi Lengkapnya