Istri di Konawe Nangis Pilu: Suami PPPK Nikahi Selingkuhan Usai Ijab Kabul, Ini Kronologi Pengkhianatannya

- Jumat, 09 Januari 2026 | 20:25 WIB
Istri di Konawe Nangis Pilu: Suami PPPK Nikahi Selingkuhan Usai Ijab Kabul, Ini Kronologi Pengkhianatannya

Kisah Pilu Istri di Konawe: Suami PPPK Nikahi Wanita Lain Usai Ijab Kabul

Sebuah pengkhianatan pernikahan terjadi di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Seorang istri berinisial NIM harus menanggung kepedihan setelah suaminya, AW, menghamili wanita lain di saat NIM sedang berjuang merawat ibunya yang sakit.

AW merupakan oknum Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Konawe yang baru saja diangkat. Hubungan mereka telah berlangsung lama, berpacaran selama sembilan tahun sebelum akhirnya menikah secara sah pada Sabtu, 9 Agustus 2025, yang disaksikan pemerintah desa dan keluarga.

Pengakuan Sang Istri: Ditinggal Saat Rawat Ibu Sakit

NIM mengungkapkan kronologi kejadian. Sehari setelah pernikahan, ibunya jatuh sakit dan harus dirawat di RSUD Bahteramas Sultra, Kendari, selama seminggu. Karena memerlukan penanganan lebih lanjut, ibunya pun dirujuk ke rumah sakit di Makassar.

"Di situ, dia (AW) ini tidak pernah datang jenguk orang tuaku, dari RSUD Bahteramas sampai dirujuk ke Makassar," jelas NIM kepada TribunnewsSultra.com, Selasa (6/1/2026).

Di tengah kesibukannya merawat ibu, NIM justru mendapat kabar pahit dari AW bahwa dirinya telah menghamili wanita lain, yang juga teman sekantornya, dan berencana menikahi wanita tersebut.

Janji Palsu dan Pernikahan Diam-Diam

NIM sempat meminta AW menyelesaikan adat dan menceraikannya secara sah terlebih dahulu sebelum menikah lagi. AW awalnya menyanggupi. Namun, NIM kemudian mendengar bahwa AW justru menikah diam-diam dengan wanita yang dihamilinya.

"Awalnya, dia janji saya setelah dia terima SK P3K-nya dia mau nikahi saya, tapi masalahnya saya sudah di rumah imam, dan sudah ditahu keluargaku," tutur NIM. Ia merasa dikhianati, terutama setelah AW mendapatkan surat keputusan pengangkatan sebagai PPPK.

Halaman:

Komentar