Pemadaman mikrofon itu memicu gelombang protes keras dari para undangan, Sentono, dan Abdi Dalem Keraton yang hadir. Suara teriakan ketidakpuasaan memenuhi ruangan.
Intervensi Fadli Zon dan Penyerahan Tetap Dilanjutkan
Menyaksikan kondisi yang semakin tidak kondusif, Menteri Fadli Zon menghampiri GKR Timoer Rumbai. Dialog juga dilakukan dengan Permaisuri PB XIII. Meskipun mendapat penolakan terbuka, Menteri Fadli Zon tetap melanjutkan agenda penyerahan SK secara simbolis.
Dalam pernyataannya, Fadli Zon menegaskan bahwa penunjukan pelaksana ini dimaksudkan untuk menjamin keberlanjutan pelindungan dan pemajuan kebudayaan Keraton Surakarta. Ia juga menyebut langkah ini penting untuk memastikan akuntabilitas hukum dalam penggunaan dana publik.
"Dari sisi pemerintah, tujuannya adalah untuk melakukan penjagaan terhadap cagar budaya yang sangat berharga ini," tandas Fadli Zon menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Buya Yahya Sentil Keras: Stop Ributkan Sunni-Syiah, Saatnya Bersatu Lawan Israel!
Surat THR Palsu Beredar, Polres Tanjung Priok Buru Oknum Pengatasnamaan!
Pengedar Sabu Ditangkap Saat Open BO di Kos, Pasokannya dari Lapas Kendari?
Militer AS Gunakan Ramalan Kiamat untuk Perang? Fakta Mengejutkan Terungkap!