Pemadaman mikrofon itu memicu gelombang protes keras dari para undangan, Sentono, dan Abdi Dalem Keraton yang hadir. Suara teriakan ketidakpuasaan memenuhi ruangan.
Intervensi Fadli Zon dan Penyerahan Tetap Dilanjutkan
Menyaksikan kondisi yang semakin tidak kondusif, Menteri Fadli Zon menghampiri GKR Timoer Rumbai. Dialog juga dilakukan dengan Permaisuri PB XIII. Meskipun mendapat penolakan terbuka, Menteri Fadli Zon tetap melanjutkan agenda penyerahan SK secara simbolis.
Dalam pernyataannya, Fadli Zon menegaskan bahwa penunjukan pelaksana ini dimaksudkan untuk menjamin keberlanjutan pelindungan dan pemajuan kebudayaan Keraton Surakarta. Ia juga menyebut langkah ini penting untuk memastikan akuntabilitas hukum dalam penggunaan dana publik.
"Dari sisi pemerintah, tujuannya adalah untuk melakukan penjagaan terhadap cagar budaya yang sangat berharga ini," tandas Fadli Zon menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Pertamax 92 Bakal Naik? Ini Sinyal Resmi ESDM dan Penyebabnya!
Sultan Kemnaker Terkuak: Irvian Bobby Bongkar Asal Julukan Kontroversial dari Noel di Sidang KPK
Atlet MMA Hendrikus Rahayaan Tersangka Pembunuhan: Dendam, Uang Miliaran, dan Status Misterius di Instagram
Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara: Atlet MMA Jadi Pelaku, Motif Mengerikan Terungkap!