Analisis SBY: Potensi Perang Besar AS vs Iran dan Negosiasi Nuklir 2026
POLHUKAM.ID - Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membagikan analisis mendalam mengenai ketegangan geopolitik dunia melalui sebuah esai di akun media sosial X. Esai yang diunggah pada Jumat malam, 27 Februari 2026, itu membahas potensi perang besar antara Amerika Serikat dan Iran serta negosiasi nuklir yang tengah berlangsung.
Isi Esai SBY: "Hari-Hari yang Menentukan Sejarah Amerika dan Iran"
Dalam esai berjudul "Hari-hari yang Menentukan Sejarah Amerika dan Iran: Perang atau Damai?", SBY menyoroti perundingan intensif antara juru runding AS dan Iran yang dilakukan secara tidak langsung melalui mediator di Jenewa. Ia menyebut momen ini sebagai titik balik yang bisa mengubah peta politik dunia.
SBY, dengan latar belakang pengetahuannya dalam resolusi konflik, menyatakan bahwa negosiasi ini sangat rumit. Kepentingan nasional kedua negara dinilai sangat berbeda dan berhadapan langsung di kawasan Timur Tengah yang memanas.
Analisis Kepemimpinan Trump dan Khamenei
SBY memberikan analisis unik tentang karakter kedua pemimpin. Menurutnya, Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei sama-sama memiliki keunikan, ego, ambisi, dan kepentingan pribadi yang kuat.
"Trump khawatir jika sampai gagal, reputasi serta 'legacy' indah yang ingin diraih bisa hancur berantakan. Ali Khamenei juga khawatir kalau sengketa sengit dengan Amerika ini, jika nasibnya naas, bisa berakhir dengan pergantian rezim dan 'he must go'. Berarti, ini merupakan 'survival interest' buat pemimpin Iran itu," tulis SBY.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara Soal Gugatan MK: Akhir Dinasti Politik di Indonesia?
Fara UIN Suska Riau & Drama Selingkuh: Fakta Mengejutkan di Balik Kasus Kekerasan yang Viral
Video Viral Mahasiswi UIN Suska & Pelaku Bacokan Pekanbaru: Ternyata Sudah Dekat Sejak Lama!
Kritik Mahasiswa vs Program Prabowo: Analisis Strategis KDKMP, Danantara, dan MBG