Dampak Kegagalan Negosiasi: Menuju Perang?
Banyak pihak memprediksi kegagalan negosiasi akan memicu peperangan dahsyat. Namun, SBY menyatakan bahwa perang yang diniscayakan itu "bisa iya, bisa tidak". Ia menekankan bahwa kedua pemimpin tidak akan gegabah karena risiko dan harga yang harus dibayar terlalu tinggi jika keputusan mereka salah.
SBY mengingatkan pentingnya kalkulasi rasional sebelum berperang. Seorang pemimpin harus yakin bahwa perang yang dipilih adalah "perang yang diperlukan" (war of necessity) dan dapat dimenangkan. Ia mengingatkan AS pada pengalaman pahit di Vietnam, Irak, dan Afghanistan, dengan menegaskan, "Ingat, Iran adalah Iran. Iran bukan Irak dan bukan Afghanistan."
Pesan SBY untuk Para Pemimpin Dunia
Di akhir esainya, SBY menyampaikan pesan penting tidak hanya untuk Trump dan Khamenei, tetapi untuk semua pemimpin dunia yang memegang kendali atas keputusan perang.
Dengan menggali pengalamannya selama 30 tahun di dunia militer, SBY menulis: "Soldiers will not fight and die, unless they know what they fight and die for" (Prajurit tidak akan bertempur dan siap mati, kecuali mereka tahu untuk apa mereka bertempur dan mati).
Pesan ini menekankan bahwa sukses sebuah peperangan juga ditentukan oleh keyakinan dan pemahaman para prajurit di lapangan, di samping pertimbangan strategis dan politik dari pemimpinnya.
Artikel Terkait
Tiongkok & ASEAN: Rahasia Membangun Blok Super Asia yang Mengubah Peta Global
Terungkap! Modus Jatah Preman Gubernur Riau Nonaktif: Setoran Rp3,55 Miliar dari Ancaman Mutasi
Longsor di Tanah Datar: Aliran Sungai Tertutup, Ancaman Banjir Bandang Mengintai!
S&P Ungkap Risiko Terbesar Indonesia: Peringkat Utang Bisa Anjlok Akibat Konflik Timur Tengah