"Kami tidak mentolerir penyimpangan. Program MBG menyangkut kesehatan anak-anak dan kredibilitas negara dalam menjamin asupan gizi. Pengawasan kami lakukan secara ketat dan transparan," tegas Nanik dalam pernyataan resminya, Sabtu (28/2/2026).
Kebijakan Zero Tolerance dan Sanksi Tegas
BGN menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap pelanggaran standar pangan. Penghentian operasional massal ini adalah bagian dari mekanisme pengendalian mutu yang ketat.
Penyelidikan tidak hanya fokus pada produk akhir, tetapi juga menyisir manajemen dapur, rantai pasok, dan prosedur kontrol kualitas yang diduga bermasalah.
Syarat Ketat untuk Beroperasi Kembali
Ke-47 SPPG yang kena sanksi suspend dilarang melayani siswa hingga semua rekomendasi perbaikan dipenuhi. Mereka harus melalui proses verifikasi ulang yang sangat ketat sebelum diizinkan beroperasi kembali.
Langkah ini diambil untuk memastikan setiap sajian yang diterima siswa benar-benar bergizi dan aman, bukan menjadi ancaman bagi kesehatan generasi penerus bangsa.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara Soal Gugatan MK: Akhir Dinasti Politik di Indonesia?
SBY Buka Suara: Mampukah Trump & Khamenei Cegah Perang AS-Iran di 2026?
Fara UIN Suska Riau & Drama Selingkuh: Fakta Mengejutkan di Balik Kasus Kekerasan yang Viral
Video Viral Mahasiswi UIN Suska & Pelaku Bacokan Pekanbaru: Ternyata Sudah Dekat Sejak Lama!