Menag menegaskan peran vital pengusaha dalam menjaga stabilitas ekonomi. Menurutnya, dunia usaha adalah kontributor utama penerimaan pajak dan pembiayaan negara.
"Tanpa dunia usaha, Indonesia tidak mungkin bisa bertahan. Yang paling banyak membayar pajak dan membantu pembiayaan negara adalah para pengusaha," tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mengambil langkah yang justru dapat melemahkan sektor usaha dalam negeri. "Kalau pengusaha diserang dari berbagai sisi, bagaimana negeri ini bisa tumbuh besar," ucap Nasaruddin.
Latar Belakang Maraknya Gerakan Boikot di Indonesia
Gerakan boikot produk pro-Israel marak di berbagai negara, termasuk Indonesia, sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina. Aksi ini menguat sejak konflik Hamas-Israel kembali memanas di Gaza pada akhir 2023.
Di Indonesia, sejumlah merek makanan dan minuman cepat saji menjadi sasaran utama boikot. Pemerintah mengingatkan agar dampak ekonomi dan sosial di dalam negeri turut dipertimbangkan dalam setiap aksi tersebut.
Artikel Terkait
Skandal ICE-MVM Terungkap: Kontraktor Penyiksa Guantanamo Kini Periksa Anak Imigran
Pengemudi Pajero Tabrak Lari Pedagang Buah Tak Ditahan, Ini Alasannya
Depresi Berat! Ammar Zoni Trauma Dipindahkan ke Nusakambangan, Kuasa Hukum Ajukan Banding ke Dirjen PAS
Ahmad Dhani Blak-blakan: Keluarga Besar Haramkan Bertemu Maia Estianty Selamanya!