Arifah menegaskan bahwa usulan tersebut sama sekali tidak dimaksudkan untuk mengesampingkan aspek keselamatan penumpang lainnya. "Tidak ada maksud dari saya untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya," katanya.
Ia juga menekankan bahwa faktor keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi semua pihak tanpa membedakan jenis kelamin. "Kita semua sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu, baik perempuan maupun laki-laki," tegasnya.
Sebelumnya, dalam wawancara di RSUD Kota Bekasi pada Selasa (28/4/2026), Arifah Fauzi mengusulkan pemindahan posisi gerbong khusus perempuan ke bagian tengah rangkaian KRL Commuter Line. "Tadi kita ngobrol dengan KAI (PT Kereta Api Indonesia), itu kenapa ditaruh di paling depan, paling belakang? Supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah," jelas Arifah. "Jadi yang laki-laki di ujung, depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah gitu. Tadi sementara itu," pungkasnya.
Artikel Terkait
Jaka Widada Dikukuhkan Jadi Guru Besar UGM, Netizen Justru Salah Fokus: Apa Hanya Perasaanku Saja?
Mantan Finalis Putri Indonesia Riau Ditangkap! Praktik Dokter Kecantikan Ilegal Selama 6 Tahun, Korban Cacat Permanen
Prabowo Ultimatum Pejabat Tak Patriotik: Pilih Bela Rakyat atau Mundur!
Mantan Puteri Indonesia Tersangka! Praktik Dokter Kecantikan Ilegal, 15 Korban Cacat Permanen