"Tidak masuk malaikat ke dalam rumah umat Islam, jika dalam rumah itu ada patung. Kenapa malaikat itu tidak mau masuk ke dalam rumah yang ada patungnya karena malaikat tidak mau satu majelis dengan jin. Itu hadis nabi dan saya hanya menyampaikan ajaran agama saya kepada jemaah di masjid," terangnya.
Soal penyebutan nonmuslim sebagai kafir, tegas UAS, juga merupakan istilah yang ada dalam ajaran Islam. Dia menegaskan kata kafir bukan merendahkan anggota komunitas agama lain, melainkan artinya ingkar. UAS menyampaikan siapa saja yang tidak percaya Nabi Muhammad adalah utusan Allah, dalam Islam disebut kafir alias ingkar.
"Saya tidak percaya ajakan iblis dan setan, maka saya ini kafir. Kafir terhadap ajakan iblis dan setan. Kafir itu artinya ingkar," jelas UAS.
Atas pengusiran yang dialaminya di Singapura, UAS pun khawatir hal ini akan terjadi ke depannya. Kekhawatiran itu adalah bakal muncul peraturan yang membuat seseorang tidak diizinkan masuk ke suatu negara karena dianggap ceramah atau ajaran agama yang dianut orang tersebut bertentangan dengan kebiasaan masyarakat di wilayah tersebut.
"Nanti bisa saja keluar peraturan, Anda tidak boleh masuk (negara kami, Red.). Kenapa? Anda mengatakan khamar haram, karena kami suka minum khamar. Anda tidak boleh masuk negara kami karena kami homo dan lesbi, Anda menolak itu," kata UAS memberi contoh.
Sumber: jpnn.com
Artikel Terkait
KPK Minta Alat Canggih untuk OTT, Target 30 Operasi Per Tahun: Apa Saja Senjatanya?
Refly Harun Bongkar Motif Tersangka Roy Suryo: Kriminalisasi Kritik atau Pembelaan Jokowi?
Bahar Bin Smith Tersangka Penganiayaan Banser: Ini Pasal Berat yang Mengancamnya!
Hary Tanoe & Dokumen Epstein: Benarkah Beli Rumah Trump dan Temui CIA Indonesia?