Imran mengungkapkan alasan meningkatnya kasus DBD di Indonesia disebabkan menurunnya kesadaran masyarakat akan kebersiham lingkungan.
“Masalah cuaca iya, tapi hal yang lain adalah setelah COVID-19 selesai orang-orang terpacu. Kalau dulu orang di rumah terus sekarang sudah mulai beraktivitas lagi sehingga perhatian terhadap lingkungan mulai turun,” kata Imran.
Kasus DBD di Indonesia banyak ditemukan pada anak-anak, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Manular ini juga menekankan pentingnya Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di sekolah.
“Kalau di sekolah kan ada UKS ya, UKS kan bukan hanya untuk pemeriksaan kesehatan. Tetapi juga bagaimana mengingatkan orang tua untuk bisa membersihkan rumah dan segala macamnya, jadi ya kalau di sekolah melalui UKS,” ujar Imran.
Sumber: inilah
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!