“Dia berusaha keras mengkampanyekan paham khilafah yang sesat dan radikal demi kuasai NKRI,” kata Husin Shihab.
Husin Shihab mengatakan, UAS adalah salah satu tokoh yang dihormati kelompok - kelompok radikal macam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Namun saat kelompok ini dilarang Pemerintah Indonesia, UAS langsung berkamuflase dengan mengaku dirinya adalah warga Nahdatul Ulama (NU).
Tak hanya itu, kata dia, UAS juga mencari legitimasi dari warga Madura dengan cara berkeliling pondok pesantren dan didukung oleh mantan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Front Pembela Islam (FPI).
“Ketika dilarang oleh negara menjelma jadi NU dan mencari legitimasi dari warga Madura dengan tabliq keliling ke ponpes-ponpes di Madura dan didukung oleh eks HTI dan FPI,” bebernya.
Sebagaimana diketahui, UAS kerap kali dihubungkan dengan gerakan radikal karena isi ceramahnya yang kontroversial. Tidak hanya didalam negeri, cap sebagai pemuka agama radikal dan tukang pecah belah juga diberikan sejumlah negara kepada UAS. Imbasnya penceramah ini dilarang masuk ke berbagai negara, sebagaimana yang dilakukan Pemerintah Singapura baru-baru ini.
Sumber: populis.id
Artikel Terkait
Keracunan Massal di Mojokerto: 261 Siswa Terpapar, Benarkah dari Menu MBG Soto Ayam?
Denada Digugat Rp 7 Miliar Anak Kandung, Ini Respons Mengejutkan dari Manajemennya!
Meteo MSN: Rahasia Dapatkan Info Cuaca Akurat & Real-Time Sebelum Beraktivitas!
Java FX: Platform Trading Forex Terpercaya dengan Edukasi Lengkap untuk Pemula & Profesional