Damai menilai langkah Jokowi itu adalah upaya membendung Anies Baswedan karena khawatir nama Gubernur DKI itu semakin moncer dan akan menjadi idaman sejumlah partai lain di Pilpres 2024.
"Pidato politik Jokowi ini tidak terlepas menghalangi Anies Baswedan yang nota bene tak berpartai. Jokowi khawatir andai Anies akan diminati oleh beberapa partai politik tertentu," kata Damai.
Damai menilai Jokowi ingin tetap menjadi pemain politik di kancah nasional selepas dirinya lengser dari kursi presiden. Untuk itu, ia tetap berusaha agar presiden selanjutnya adalah sosok yang menurutnya bisa ia pegang dan kendalikan.
Artikel Terkait
Mahasiswa UIN Suska Riau Bacok Mahasiswi Pakai Kapak, Motifnya Bikin Merinding!
Rendy Brahmantyo Bantah Keras Tuduhan Perkosa Cinta Ruhama Amelz: Ini Kronologi Lengkap yang Bikin Heboh!
Sopir Toyota Calya Lawan Arah di Gunung Sahari: Panik Tak Punya SIM, Mobil Hancur Diamuk Massa
Guru Honorer Probolinggo Dibebaskan! Ini Alasan Komisi III DPR Sesalkan Penetapan Tersangkanya