Duterte yang dikenal pada kebijakan anti-narkobanya yang sangat keras membuat garis pemisah antara dirinya dengan Putin. "Saya membunuh orang jahat, tidak membunuh anak-anak dan orang tua," katanya, Selasa (24/5/2022).
Sebelumnya Duterte menyebut Putin sebagai idola dan temannya. Kini untuk pertama kalinya ia mengkritik keras invasi Rusia ke Ukraina.
Dalam pidato yang disiarkan televisi ia menyalahkan perang yang sudah berlangsung tiga bulan itu atas kenaikan harga minyak dunia yang berdampak pada banyak negara termasuk Filipina. Ia tidak mengecam presiden Rusia.
Namun Duterte tidak sepakat dengan label yang ditetapkan Putin pada invasinya ke Ukraina. Putin menyebut serangan ke negara tetangganya itu sebagai "operasi militer khusus" yang bertujuan untuk mendemiliterisasi dan mendenazifikasi Ukraina.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Tegas: Tak Akan Ada Tax Amnesty Lagi, Ancaman Sikat Aset bagi yang Bandel!
Bareskrim Gerebek Markas Judol Internasional: 320 WNA Diringkus, Bos Masih Buron!
Wakil Ketua DPR Kritik Keras TNI Bubarkan Nobar Film Pesta Babi: Ini Pembungkaman Kebebasan Berekspresi!
Harga BBM Pertamina 11 Mei 2026: Daftar Terbaru Pertalite, Pertamax, Solar - Ada yang Naik Gila-gilaan!