Duterte mengatakan invasi itu merupakan serbuan skala perang terhadap "negara berdaulat." Pada Putin dan Kedutaan Besar di Manila, Duterte meminta Moskow berhenti membom dan menembakan artileri ke pemukiman warga.
Ia juga mendesak Rusia untuk mengevakuasi warga sipil tak bersalah dengan aman sebelum menggelar pengeboman. "Saya akan turun dan saya tidak tahu bagaimana menyelesaikan masalah ini," katanya.
"Anda harus menyelesaikan perang antara Ukraina dan Rusia sebelum kami dapat berbicara kembali ke kondisi normal," tambah Duterte.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Ijazah Jokowi Akhirnya Terbuka: Apa yang Ditemukan KPU dan Mengapa Bonatua Masih Penasaran?
Isi Surat Rahasia Ammar Zoni ke Prabowo: Grasi atau Rehabilitasi?
Hyundai Targetkan Jual 2000+ Unit di IIMS 2026, Ini Model Andalan untuk Mudik Lebaran
Target Gila Hyundai di IIMS 2026: Serbu 2000+ Unit dengan Strategi Ramadan & Mobil Mudik Terlengkap!