Lebih lanjut Tito mengatakan penggunaan anggaran untuk belanja pegawai yang terlalu besar akan menjadi masalah. Oleh sebab itu, lanjut dia, ada kebijakan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk earmarked di bidang pendidikan, kesehatan, dan sebagainya.
Dinukil dari laman resmi Kemenkeu, earmarking adalah kebijakan pemerintah dalam menggunakan anggaran yang sumber penerimaan maupun program pengeluarannya secara spesifik ditentukan peruntukannya.
"Jangan sampai hal mendasar ditinggalkan hanya sibuk untuk membelanjakan pegawainya sendiri," ujar Tito.
Dia menuturkan, saat ini belanja pegawai sudah lebih rendah 61,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun belanja pegawai pada tahun sebelumnya adalah 67 persen.
Sumber: tempo
Artikel Terkait
17 Hari Tanpa Makan: Eksperimen Puasa Air Ekstrem & Perubahan Tubuh yang Mengejutkan!
DPR Bongkar Masalah Serius di Balik Program Makan Gratis: Dapur MBG Ternyata Belum Halal!
Purbaya Ngamuk ke BPJS: Penonaktifan Massal Peserta BPJS Dinilai Konyol dan Rugikan Negara, Ini Dampaknya!
Video Viral Winda Can: Fakta Mengejutkan & Bahaya Link Jebakan yang Harus Diwaspadai