Baru-baru ini, dia ditugaskan untuk menyelesaikan sengkarut stok dan harga minyak goreng.
“Akan rawan konflik kepentingan dan bisa abuse of power,” kata Ujang dilansir dari GenPI.co, Kamis (26/5).
Selain itu, pejabat negara yang merangkap banyak jabatan tidak baik di mata publik.
Publik akan melihat adanya sosok yang diistimewakan dalam kabinet pemerintahan.
“Memberi kekuasaan dan kewenangan yang banyak ke satu orang itu tak bagus,” ujarnya.
Pemberian tugas yang berlebihan kata dosen Universitas Al Azhar itu menandakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak percaya kepada para menterinya.
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras