Baru-baru ini, dia ditugaskan untuk menyelesaikan sengkarut stok dan harga minyak goreng.
“Akan rawan konflik kepentingan dan bisa abuse of power,” kata Ujang dilansir dari GenPI.co, Kamis (26/5).
Selain itu, pejabat negara yang merangkap banyak jabatan tidak baik di mata publik.
Publik akan melihat adanya sosok yang diistimewakan dalam kabinet pemerintahan.
“Memberi kekuasaan dan kewenangan yang banyak ke satu orang itu tak bagus,” ujarnya.
Pemberian tugas yang berlebihan kata dosen Universitas Al Azhar itu menandakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak percaya kepada para menterinya.
Artikel Terkait
Ijazah Jokowi Akhirnya Terbuka: Apa yang Ditemukan KPU dan Mengapa Bonatua Masih Penasaran?
Isi Surat Rahasia Ammar Zoni ke Prabowo: Grasi atau Rehabilitasi?
Hyundai Targetkan Jual 2000+ Unit di IIMS 2026, Ini Model Andalan untuk Mudik Lebaran
Target Gila Hyundai di IIMS 2026: Serbu 2000+ Unit dengan Strategi Ramadan & Mobil Mudik Terlengkap!