“Artinya apa? Artinya tidak ada ukuran pantas dan tidak pantas. Yang dikritisi itu hasil kerjanya, bukan siapa yang bekerja. Ini menjadi subjektif tidak lagi objektif. Mengkritisi hasil kerja, itu wajar, tapi mengkritisi kewenangan orang lain yang tidak melanggar aturan, itu kurang ajar,” sambung Teddy.
Dia bahkan menyebut mereka yang selama ini mengurusi masalah kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng adalah orang yang gagal.
“Coba lihat yang mempermasalahkan kewenangan Presiden tersebut. Sebutkan saja salah satu nama mereka dan lihat apa hasil kerja mereka. Tidak ada prestasinya, mereka orang-orang yang gagal dalam menjalankan tugasnya. Karena pekerjaan mereka adalah mengkritisi kewenangan orang lain,” tandasnya.
Sumber: jpnn.com
Artikel Terkait
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M
Brigpol Arya Gugur Ditembak Saat Cegah Curanmor! Rekaman CCTV Ungkap Detik-Detik Mencekam
Jakmania Wajib Baca! Alumni MBFA Bongkar Fakta di Balik Nasib Persija yang Kian Terpinggirkan
Viral! Akun X Jepang Salah Sangka, Rumah Jokowi Dikira Rumah Angker Buat Uji Nyali