Rel bergerigi di Sumatra Barat terdapat di jalur, yaitu Kayutanam-Batu Tabal sepanjang 23 kilometer dan Pandang Panjan-Payakumbuh sepanjang 72 kilometer.
Baca Juga: Kesaksian Warganet Terhadap Sosok Masinis Julian Korban KA Turangga vs CL Baraya: Ramah Banget
Dipakai untuk mengangkut batu bara dari Sawahlunto menuju ke Teluk Bayur, namun karena menipisnya deposit batu bara layanan KA batu bara berhenti beropasi pada 2003.
Sejak saat itu jalur rel bergerigi mulai nonaktif. KAI sempat mengoperasikan kereta wisata rute Padang-Pandang Panjang-Sawahlunto, namun sepi peminat dan layanannya terpaksa dihentikan.
Walaupun nonaktif, infrastruktur perkeretaapian di Sumatra Barat adalah bagian dari WTBOS atau Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto yang telah diakui sebagai warisan dunia UNESCO sejak 2019.
(***)
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: aboutmalang.com
Artikel Terkait
Ijazah Jokowi Akhirnya Terbuka: Apa yang Ditemukan KPU dan Mengapa Bonatua Masih Penasaran?
Isi Surat Rahasia Ammar Zoni ke Prabowo: Grasi atau Rehabilitasi?
Hyundai Targetkan Jual 2000+ Unit di IIMS 2026, Ini Model Andalan untuk Mudik Lebaran
Target Gila Hyundai di IIMS 2026: Serbu 2000+ Unit dengan Strategi Ramadan & Mobil Mudik Terlengkap!