“Gak lama, sosoknya dateng dan langsung pamitan. “Bu, pulang dulu yah.”, nyesek.. biasanya pamit pulang, sekarang pulang ngga pamit. Selain keluarga, ini juga orang terdekatnya pasti kehilangan banget semoga orang terdekatnya juga bisa ikhlas atas kepergian Eril,” pungkasnya.
Inilah tulisan yang ada pada cuitan Ridwan Kamil tentang kapan Kita pulang.
KAPAN KITA PULANG?
Kisah tentang Eril, anak lelaki kesayangan kami, hakekatnya adalah cerita tentang kita semua. Hakekat bahwa semua dari kita, pasti akan pulang.
Dengan waktu, tempat dan cara yang kita tidak akan pernah selalu tahu. Hidup di dunia ini sesungguhnya adalah tentang perjalanan bukan tujuan.
Dan seperti cerita setiap perjalanan, kisah selalu dimulai dari sebuah titik awal. Dan kisah akan selesai di sebuah titik akhir.
Dan untuk setiap yang datang, pasti akan ada saatnya untuk kembali pulang. Agar perjalanan selamat, maka petunjuk jalan dan bekalnya harus kita siapkan.
Petunjuk jalan adalah keimanan. Bekal perjalanan adalah anfauhum linnas, yaitu tas berisi pahala amal-amal kebaikan kita.
Sumber: banten.suara.com
Artikel Terkait
Hary Tanoe & Dokumen Epstein: Benarkah Beli Rumah Trump dan Temui CIA Indonesia?
Ressa Rizky Rosano Buka Suara: Benarkah Sudah Nikah & Punya Anak di Usia 17 Tahun?
PPATK Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp155 Triliun: Devisa Negara Bocor ke Singapura?
Habib Bahar bin Smith Ditahan! Ini Pasal Berat yang Menghantuinya