"Setelah berkontestasi Pak Jokowi adalah presidennya seluruh rakyat Indonesia termasuk yang tidak memilih Pak Jokowi. Pak Anies juga sama. Meskipun kita juga tahu basis dukungan dari Pak Anies dengan PDIP itu berbeda. Ini juga dari framing ideologis juga berbeda. Tetapi duduk bersama ini, kan, sesuatu yang baik. Apalagi sambil minum es dawet lebih baik," ungkap dia.
Dia menambahkan, justru yang terpenting saat ini semua elemen bangsa harus terpanggil keluar melihat geopolitik untuk kemajuan bangsa. "Jangan akhirnya sedikit-sedikit urusan yang tidak substansial kemudian, jadi isu nasional. Sementara hal yang seharusnya jadi isu nasional tentang perjuangan kita membantu Palestina, misalnya, itu tidak dapat ruang yang cukup di ruang-ruang publik," ujarnya.
Diketahui, ajang balapan Formula E yang berlangsung di JIEC, Ancol pada Sabtu (4/6) berlangsung sukses. Sejumlah tokoh hadir untuk menyaksikan balapan mobil listrik itu seperti Presiden Jokowi, sejumlah pejabat, dan para ketua umum partai politik.
Sumber: jpnn.com
Artikel Terkait
Hary Tanoe & Dokumen Epstein: Benarkah Beli Rumah Trump dan Temui CIA Indonesia?
Ressa Rizky Rosano Buka Suara: Benarkah Sudah Nikah & Punya Anak di Usia 17 Tahun?
PPATK Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp155 Triliun: Devisa Negara Bocor ke Singapura?
Habib Bahar bin Smith Ditahan! Ini Pasal Berat yang Menghantuinya