POLHUKAM.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu inisiatif dari Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
MBG bertujuan mengatasi masalah gizi buruk dan stunting yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Namun, pelaksanaan MBG menuai kritik dari seorang pengusaha Indonesia.
Ia mengungkapkan bahwa program MBG justru memberikan keuntungan besar bagi industri manufaktur China.
Pasalnya, sebagian besar piring dan perkakas yang digunakan dalam program ini diimpor dari China, terutama dari wilayah Chao Shan, Guangdong, karena biaya produksi yang jauh lebih murah dibandingkan produk lokal.
Diperkirakan 40 juta piring stainless steel akan masuk ke Indonesia pada 2025.
Sementara itu, produsen lokal kesulitan bersaing akibat harga produk impor jauh lebih murah.
Padahal, Indonesia memiliki rantai pasok nikel yang kuat seperti dari Morowali dan Kendari.
Artikel Terkait
Ipda Purnomo Bantu Ratusan ODGJ & Guru PPPK: Dari Mana Uangnya?
Pengecualian Halal untuk Produk AS: Pelanggaran UU JPH atau Ujian Bagi Konsumen Muslim?
Misteri Toko Emas Semar Nganjuk: Pemilik Jarang Tampak, Bareskrim Sita Belasan Kg Emas Batangan!
TPUA Terbelah: Konflik Internal, Pengkhianatan, dan Drama Perebutan Kuasa yang Mengguncang Perjuangan Anti-Korupsi