Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) itu menyebut, keputusan tersebut merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi untuk merombak struktur kabinetnya.
"Sudah kami sampaikan itu domainnya Presiden, jadi saya tidak mengandai-andai apakah itu dari NasDem atau dari rekan koalisi yang lain, atau kah dari profesional. Itu sepenuhnya domain Presiden," kata Johnny kepada wartawan, di NasDem Tower, pada Senin (13/6/2022) malam.
Bagi Johnny, dirinya sangat menghormati apapun yang akan ditentukan oleh Presiden Jokowi, apabila reshuffle betul terjadi pada Rabu Pahing itu.
Menurutnya, keputusan Presiden tersebut merupakan bentuk penyempurnaan dari struktur pemerintahan yang masih terus berjalan hingga 2024 mendatang.
"Apabila Bapak Presiden melihat perlu ada penyempurnaan, perubahan posisi dalam rangka mengantisipasi perubahan geostrategis dan perubahan tantangan dunia terhadap Indonesia, maka itu kita hormati," ujar Johnny.
Artikel Terkait
Jokowi Dikritik Pedas: Wacana 2 Periode Prabowo-Gibran Dinilai Terlalu Ambisius!
Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Setia? Ini Peta Dinginnya Dukungan Partai
Jokowi vs Politisi Lain: Siapa Ahli Pencitraan Terhebat Menurut Mantan Harimau Jokowi?
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran