Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) itu menyebut, keputusan tersebut merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi untuk merombak struktur kabinetnya.
"Sudah kami sampaikan itu domainnya Presiden, jadi saya tidak mengandai-andai apakah itu dari NasDem atau dari rekan koalisi yang lain, atau kah dari profesional. Itu sepenuhnya domain Presiden," kata Johnny kepada wartawan, di NasDem Tower, pada Senin (13/6/2022) malam.
Bagi Johnny, dirinya sangat menghormati apapun yang akan ditentukan oleh Presiden Jokowi, apabila reshuffle betul terjadi pada Rabu Pahing itu.
Menurutnya, keputusan Presiden tersebut merupakan bentuk penyempurnaan dari struktur pemerintahan yang masih terus berjalan hingga 2024 mendatang.
"Apabila Bapak Presiden melihat perlu ada penyempurnaan, perubahan posisi dalam rangka mengantisipasi perubahan geostrategis dan perubahan tantangan dunia terhadap Indonesia, maka itu kita hormati," ujar Johnny.
Artikel Terkait
Roy Suryo Bocorkan 3 Ancaman Serius untuk Rismon Usai Bersih-bersih Kasus Ijazah Jokowi
Susi Pudjiastuti Sindir Bahlil: Ketahuan Tak Pernah Masak! Ini Fakta di Balik Imbauan Matikan Kompor
Anies Baswedan Datang ke Cikeas Tanpa Undangan: SBY & AHY Bereaksi, Ini Motif Tersembunyi!
Buku Otak Politik Jokowi Segera Terbit: Riset Neurologi Ungkap Sisi Lain Jokowi?