Ia juga mencontohkan beberapa sektor baru yang bisa digeluti anak muda, seperti editor video hingga copywriter, dan menyarankan untuk tidak lagi bersandar pada sektor padat karya yang sudah tergerus otomasi.
“Ini banyak sekali sektor-sektor lain yang sebenarnya lu bisa kerjain. Jangan bersandar kepada sektor-sektor padat karya,” kata dia.
Menyadari ucapannya telah melukai perasaan banyak orang, terutama para pencari kerja, Sara menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Ia mengakui bahwa perkataannya salah dan tidak ada niat sedikit pun untuk merendahkan perjuangan masyarakat.
“Tidak ada maksud dari saya sama sekali untuk meremehkan bahkan merendahkan upaya yang dilakukan oleh masyarakat," katanya.
Lebih dari itu, Sara secara jujur mengakui bahwa posisinya yang memiliki banyak kemudahan atau privilege mungkin membuatnya kurang peka terhadap realitas yang dihadapi sebagian besar masyarakat.
“Saya menyadari bahwa saya memiliki privilege yang sangat besar dan keluarga termasuk suami yang mendukung saya berusaha,” katanya.
Meski niat awalnya adalah untuk memotivasi anak muda agar mandiri, ia menerima sepenuhnya bahwa cara penyampaian dan pilihan katanya salah besar.
Pengunduran diri dari kursi parlemen menjadi bentuk pertanggungjawaban tertingginya atas kegaduhan yang terjadi.
“Kesalahan sepenuhnya ada di saya. Oleh sebab itu, melalui pesan ini, saya ucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ucapan dan kesalahan saya,” kata Sara.
👇👇
[VIDEO]
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?