“Baik dari menteri pengganti maupun komposisi barunya,” ujar Ray dilansir dari GenPI.co, Kamis (16/6).
Ray menyayangkan langkah yang diambil Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak sesuai harapan.
Pasalnya, dia menduga reshuffle kabinet tersebut dilakukan Jokowi dalam rangka meningkatkan kinerja pemerintah.
“Ternyata jawaban atas reshuffle tersebut justru mengarah ke politik,” ucapnya.
Menurutnya, komposisi anggota kabinet sekaligus wakil menteri yang diangkat Jokowi sekadar akomodasi politik.
Artikel Terkait
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?
Gatot Nurmantyo vs Kapolri: Analisis Hukum Mengungkap Dampak Kritik yang Dinilai Melemahkan Polri