POLHUKAM.ID - Di balik layar wacana reformasi Polri, bursa calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) pengganti Jenderal Listyo Sigit Prabowo mulai memanas.
Menurut mantan perwira intelijen, Kolonel (Purn) Sri Radjasa, saat ini tengah terjadi adu kuat antara dua kubu, yakni kubu Listyo Sigit yang telah menyiapkan 'putra mahkota', dan kubu Presiden Prabowo Subianto yang disebut memiliki kandidat 'kuda hitam'.
Persaingan ini dinilai akan menjadi penentu arah reformasi Polri ke depan.
Apakah akan terjadi perubahan fundamental atau sekadar melanjutkan status quo di bawah kepemimpinan baru yang telah dipersiapkan secara sistematis.
Dua Calon 'Putra Mahkota' Kubu Listyo Sigit
Sri Radjasa mengungkap bahwa Kapolri Sigit diduga telah mempersiapkan skenario suksesi untuk memastikan kelangsungan agenda dan perlindungan bagi kelompoknya.
Dua nama perwira tinggi disebut telah digadang-gadang untuk melanjutkan estafet kepemimpinan.
- Komjen Dedi Prasetyo: Saat ini menjabat sebagai Wakapolri.
- Komjen Suyudi Ario Seto: Saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
Menurut Sri Radjasa, karier kedua perwira ini sangat ditentukan oleh Kapolri Sigit, termasuk penempatan mereka di posisi strategis saat ini.
Ia mengklaim bahwa akselerasi karier keduanya, terutama pengangkatan Suyudi yang disebutnya menimbulkan konflik, merupakan bagian dari upaya terstruktur untuk memuluskan jalan mereka sebagai calon Kapolri atau Wakapolri di masa depan.
Artikel Terkait
Jokowi Dikritik Pedas: Wacana 2 Periode Prabowo-Gibran Dinilai Terlalu Ambisius!
Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Setia? Ini Peta Dinginnya Dukungan Partai
Jokowi vs Politisi Lain: Siapa Ahli Pencitraan Terhebat Menurut Mantan Harimau Jokowi?
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran