"Karena belum punya partai (jadi) dia (Erick) belum ada warna apa-apa seperti Ganjar warnanya sudah merah. Karena itu tidak mengalami risiko pembelahan suara,” ujarnya.
Dalam kesempatan terpisah, pengamat politik Dedi Kurnia Syah menilai Erick adalah figur potensial yang wajar bila dilirik banyak parpol. Dedi merujuk pertemuan Erick dengan Megawati pekan lalu yang dinilai membuktikan bahwa sosok Erick mudah diterima oleh kekuatan utama politik nasional.
“Setidaknya, Erick cukup menarik. Selain kepercayaan publik yang cukup kuat pada tokoh profesional, juga ia diyakini mampu berimbas elektoral,” ujar Dedi.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?