Di luar aspek kesehatan, MBG juga terbukti menjadi penggerak ekonomi kerakyatan. Jaringan program ini didukung oleh lebih dari 11.570 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi hingga ke daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T).
Keberadaan SPPG ini telah menciptakan 394.748 lapangan kerja baru, mulai dari sektor pertanian, peternakan, hingga tenaga penyaji makanan. Presiden Prabowo optimis angka ini dapat melonjak hingga 1,5 juta tenaga kerja baru pada awal tahun 2026.
Dukungan untuk UMKM dalam Rantai Pasok MBG
Keterlibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam program ini juga sangat besar. Kementerian UMKM mencatat ribuan pelaku UMKM terlibat dalam rantai pasok MBG. Sebanyak 85% dari total anggaran program dialokasikan untuk pengadaan bahan baku dari sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan.
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, menyatakan komitmennya: "Kami ingin memastikan minimal 60 persen bahan baku MBG berasal dari produk UMKM. Ini langkah nyata agar manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat."
Sumber artikel asli: https://rmol.id/amp/2025/10/19/683700/program-mbg-capaian-besar-di-tahun-pertama-prabowo-gibran-
Artikel Terkait
SOP Solo Terungkap: Advokat Tolak Perdamaian dan Beberkan Skenario Adu Domba Kasus Ijazah
Fahri Hamzah Bongkar Fakta Mengejutkan: Gagasan Global South Anies Ternyata Warisan Prabowo?
Jepang Bubarkan DPR, Warganet Indonesia Heboh: Kapan Giliran Kita?
Viral! Respons Gibran Soal BBM Rp25 Ribu di Papua Bikin Netizen Geram, Ini Faktanya