Ia memberi contoh proyek Whoosh (Kereta Cepat Jakarta-Bandung) yang disebut meninggalkan beban ratusan triliun rupiah, yang kemudian harus ditanggung jawab oleh pemerintahan saat ini.
Peringatan Bahaya Laten Menuju Pemilu 2029
Sebagai mantan pendukung setia Jokowi yang mengaku "bertobat", Budianto Tarigan memberikan peringatan keras, khususnya untuk menyongsong Pemilu 2029.
"Ya mereka gerakan politiknya tuh pasti punya agenda kan. Potensi laten itu ada. Apalagi 2029 mereka pasti akan mau berkuasa, pasti itu," tegasnya.
Lebih lanjut, Budi mengaitkan kondisi rakyat yang sedang sulit saat ini dengan kerentanan terhadap pengaruh di masa depan. Situasi ekonomi yang menekan dinilai dapat membuat publik membuat pilihan yang tidak sesuai dengan nurani.
"Semua (kondisi) terakumulasi, sehingga kadang-kadang mereka (rakyat) untuk menyelamatkan situasi dan dirinya, mereka melakukan yang sebenarnya nggak sesuai dengan nurani mereka. Ini situasinya. Kepepet. Ya, terpaksa lah ya. kira-kira gitu," pungkas Budianto.
Artikel Terkait
Prabowo Janji Hentikan Tradisi Senjata Hukum untuk Lawan Politik: Analisis SMRC Ungkap Fakta Mengejutkan
Mohammad Sobary Berbalik 200 Persen: Saya Punya Nalar Waras - Ini Kritik Tajam yang Bikin Jokowi Dikatai Edan
PDIP Sindir Tahlilan di Rumah Jokowi: Politisasi Agama atau Manuver Politik Terselubung?
Jokowi Ditinggalkan? Analisis Mengejutkan Soal Runtuhnya Dukungan Partai dan Masyarakat Sipil