Retret Kabinet Prabowo 2026: Fokus Evaluasi dan Uji Soliditas Koalisi Menurut Analis
Pelaksanaan retret atau pembekalan kepemimpinan jilid dua bagi anggota Kabinet Merah Putih di Hambalang, Selasa, 6 Januari 2026, mendapatkan sorotan dari analis komunikasi politik Hendri Satrio.
Berbeda dari retret pertama di Akademi Militer Magelang, Hensat menilai retret kedua ini lebih berfokus pada evaluasi kinerja kabinet dan pengujian soliditas koalisi untuk menyambut tahun 2026.
"Ada dua menurut saya. Yang pertama, memang untuk melakukan evaluasi kabinet, terutama di tahun baru, yaitu sekaligus menguji loyalitas kabinet juga. Tapi yang terpenting adalah bagaimana Pak Prabowo mengkonsolidasi kabinetnya lagi, untuk menyambut 2026, karena di tahun ini bukan tahun yang mudah juga," ujar Hensat.
Respons Terhadap Kritik dan Ejekan Publik
Hensat menyoroti pernyataan Presiden yang menyebut ejekan sebagai penghargaan. Ia menilai pendekatan tersebut perlu dikaji ulang agar masukan kritis dari masyarakat dapat diterima sebagai bahan perbaikan kebijakan.
"Memang tergelitik kita bahwa dianggapnya ejekan itu adalah sebuah penghargaan, padahal belum tentu bahwa masukan kritis dari masyarakat seharusnya diterima sebagai masukan untuk memperbaiki, bukan dimaksudkan mengejek," kata Hensat.
Seruan Perubahan Paradigma Kepemimpinan
Lebih lanjut, Hensat menyarankan agar kepemimpinan mulai bergeser dari sekadar mendeskripsikan kondisi bangsa ke langkah nyata menggerakkan perubahan. Hal ini terutama penting dalam menangani isu ekonomi rumah tangga dan gelombang PHK yang masih terjadi.
Artikel Terkait
Roy Suryo Bocorkan 3 Ciri Ijazah Asli UGM: Ini Alasan Ia Yakin 99,9% Dokumen Jokowi Palsu
Partai Prima Tantang Nasdem: Berani Naikkan PT ke 10 Persen, Kalau Sungguh-Sungguh!
Jokowi Dukung Revisi UU KPK 2024: Pengakuan Dosa atau Drama Politik 2029?
Usulan PT 7%: Ancaman Nyata bagi Kedaulatan Rakyat atau Cuma Rekayasa Politik?