Pilkada Tidak Langsung: Mengapa Parpol Berani Melawan Suara 77% Rakyat?

- Rabu, 14 Januari 2026 | 11:25 WIB
Pilkada Tidak Langsung: Mengapa Parpol Berani Melawan Suara 77% Rakyat?

Pilkada Tidak Langsung: Parpol Dinilai Krisis Fungsi dan Melawan Kehendak Rakyat

Sikap mayoritas partai politik yang mendukung wacana Pilkada tidak langsung atau dikembalikan ke DPRD dinilai mencerminkan krisis fungsi partai dalam sistem demokrasi. Alih-alih memperjuangkan aspirasi rakyat, parpol justru dianggap lebih memilih mengikuti arah kekuasaan.

"Kalau kita lihat sikap partai-partai politik soal Pilkada, seolah-olah hampir semua yang mendukung Pilkada tidak langsung karena ingin satu barisan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo," ujar Pengamat Politik dari Politika Research & Consulting (PRC), Nurul Fatta.

Perubahan Sikap dan Hilangnya Fungsi Parpol

Ia mencontohkan sikap Partai Demokrat yang semula menolak Pilkada oleh DPRD, namun kemudian berubah sikap dengan alasan ingin berada dalam barisan Presiden. Perubahan sikap tersebut dinilai menjadi indikator hilangnya fungsi dasar partai politik.

"Ini menunjukkan bahwa parpol kehilangan fungsinya, yang seharusnya membela kepentingan rakyat di hadapan penguasa, kini justru mengikuti kehendak penguasa, layaknya fungsi parpol di negara otoriter," tegasnya.

Survei Buktikan Penolakan Mayoritas Publik

Halaman:

Komentar