Pertemuan Eggi Sudjana dan Damai Lubis dengan Jokowi Disebut Diplomasi Tingkat Tinggi
Pertemuan antara Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Solo pada Kamis, 8 Januari 2026, dinilai sebagai sebuah bentuk diplomasi tingkat tinggi. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Umum Kami Jokowi, Razman Arif Nasution.
Razman menyampaikan pandangannya tersebut dalam acara 'Rakyat Bersuara' yang dikutip dari kanal YouTube Official iNews pada Rabu, 21 Januari 2026. Pernyataannya menanggapi komentar dari kuasa hukum Roy Suryo dan kawan-kawan, Abdul Gafur Sangadji, yang mempersoalkan permintaan maaf sebagai syarat Restorative Justice (RJ) yang berujung pada penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).
Esensi Diplomasi Lebih Penting dari Formalitas Kata Maaf
Razman menegaskan bahwa esensi pertemuan dan rekonsiliasi jauh lebih penting daripada formalitas pengucapan kata maaf. "Ini diplomasi tingkat tinggi. Bertandang ke rumah orang yang sedang bersengketa, lalu duduk ngopi, baca doa, ciuman (cipika-cipiki). Apakah harus kita sampaikan kata per kata 'mohon maaf'? Ini kekanak-kanakan," tegas Razman.
Artikel Terkait
Restorative Justice atau Blunder? Misteri Pencabutan Tersangka Eggi-Damai dalam Kasus Ijazah Jokowi Terkuak
Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra! Ini Alasan Krusial Jelang Jadi Deputi Gubernur BI
Anies Baswedan Diusung Partai Baru di 2029, Demokrat Ingatkan Hal Krusial Ini!
Pertemuan Rahasia Jokowi & Eggi: Kesepakatan Ijazah Palsu Terungkap, Ini Isi Understanding-nya!