Lebih lanjut, Khozinudin mengaku mendapat informasi bahwa ada pihak yang ingin bertemu dengannya dengan tujuan agar dirinya berdamai dengan Presiden Jokowi. Namun, ia dengan keras menolak tawaran tersebut.
"Saya tak akan pernah mau berdamai dengan kebohongan, kepalsuan, dan kezaliman," ujar Khozinudin dengan tegas.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam sejumlah dialog di program televisi, tawaran SP3 tersebut terus dijajakan secara masif, baik dengan bahasa yang eksplisit maupun implisit.
"Semua kompak mengajak sowan ke Solo, untuk berdamai dengan tujuan merestorasi ijazah palsu menjadi asli," pungkas Ahmad Khozinudin menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?
Prabowo dan Ancaman Penertiban Pengkritik: Benarkah Demokrasi Kita Semakin Muram?