Lebih lanjut, Khozinudin mengaku mendapat informasi bahwa ada pihak yang ingin bertemu dengannya dengan tujuan agar dirinya berdamai dengan Presiden Jokowi. Namun, ia dengan keras menolak tawaran tersebut.
"Saya tak akan pernah mau berdamai dengan kebohongan, kepalsuan, dan kezaliman," ujar Khozinudin dengan tegas.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam sejumlah dialog di program televisi, tawaran SP3 tersebut terus dijajakan secara masif, baik dengan bahasa yang eksplisit maupun implisit.
"Semua kompak mengajak sowan ke Solo, untuk berdamai dengan tujuan merestorasi ijazah palsu menjadi asli," pungkas Ahmad Khozinudin menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Ade Armando Resmi Mundur dari PSI demi Jaga Partai dari Polemik Jusuf Kalla
Teddy Indra Wijaya: Dari Ajudan Jokowi ke Seskab Rasa Perdana Menteri – Naik Tak Wajar atau Buah Kepercayaan?
Gatot Nurmantyo Bongkar Alasan Dipecat Jokowi dari Panglima TNI: Saya Ditendang karena Tidak Nurut
Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom: Gaya Komunikasi Pemerintah Berubah Total Jadi Lebih Agresif dan Siap Perang Narasi